Merah Putih Hijau

Sekelompok orang yang berkeinginan untuk membantu memulai dan mendukung desa-desa di Bali agar dapat membangun, memelihara dan mendapatkan manfaat dari kepemilikan sistem pengelolaan sampah yang mereka dimiliki oleh desa itu sendiri.

Tentang Kami

MPH dibentuk pada tahun 2016, ketika sekelompok orang yang memiliki motivasi berkumpul dan bertujuan untuk menindaklanjuti masalah peningkatan plastik dan sampah di Bali. Kelompok ini bekerjasama dengan Desa Pererenan, Kelompok subak di Pererenan, penduduk desa Pererenan, perusahaan lokal di bidang sustainability dan kontributor lainnya.

Kelompok ini didukung oleh Yayasan Gelombang Udara Segar (GUS).

 

Tujuan MPH

  1. Menyortir, memproses, mengkompos dan mendaur ulang 90% dari sampah/bahan yang ada di desa.
  2. Membuat sebuah contoh, sebuah model kerja yang bisa direplikasi di desa-desa di Bali maupun di luar daerah.
  3. Mengedukasi diri sendiri dan generasi berikutnya dengan cara learning by doing.

 

Merah Putih Hijau Bali, Building Waste Management Infrastructure For Bali

Tim Kami

 

I Gusti Ngurah Adi Suta

I Gusti Ngurah Adi Suta

Kepala Subak dan pendukung proyek MPH

Pak Ngurah menyadari akan berkurangnya jumlah subak yang ada di bali, dan kualitas tanah yang digunakan dalam pertanian sudah tidak bagus. Dia berharap proyek MPH dapat membuat kompos yang baik untuk persawahan dan membantu kelompok tani mereka.

I Putu Eka Winangun

I Putu Eka Winangun

Kepaka PGL di Desa Pererenan dan Direktur Desa di program MPH

Pak Putu Eka menjalankan beberapa kegiatan lingkungan dan mengepalai proyek MPH untuk dapat langsung dilaksanakan di Desa Pererenan.

I Putu Arya Mudita

I Putu Arya Mudita

Bendahara Desa Pererenan dan Bendahara proyek MPH

Pak Arya Mudita memegang masalah perbendaharaan di Desa Pererenan, Ia menyadaei bahwa harus ada yang mengurusi masalah pengelolaan sampah di tingkat desa dan dapat menciptakan nilai ekonomi kepada desa jika mampu mendaur ulang sampah.

 

Ni Putu Dewi Windayanti

Ni Putu Dewi Windayanti

Asisten Proyek MPH

Wirausaha muda dari Bali yang sangat mencintai kebudayaan Bali. Selalu optimis, pencinta lingkungan dan percaya bahwa MPH adalah solusi yang tepat untuk masalah pengelolaan sampah yang ada desa.

Ani Yulinda

Ani Yulinda

Penasehat Proyek MPH, Yayasan GUS

Ani telah bekerja di berbagai proyek pengelolaan sampah selama 7 tahun. Dia telah berkontribusi di daur ulang TPA Temesi Gianyar, Proyek Clean Uluwatu dan beberapa bank sampah yang ada di Denpasar.

Pendukung

Pendukung

Kelompok pendukung

Adrian Keet, Peter Day, Sean Nino Lotze, Nick Readfern, Wayan Lam, Sara Soulier, Samuel Green, Emeline Blanc, Alex Hamlin, Jamie Fullbrook, Michael Craig, Martin Henley, Dion Visser, Jake Richards & many more

Sebuah Upaya Komunitas

Belum adasatupun negara maupun pasar yang secara resmi sukses untuk menyelesaikan masalah sumber daya.
Penelitian dan banyak contoh negara di Asia mulai memberikan bukti, bahwa organisasi sukarela dan upaya masyarakat adalah penyelesaian masalahnya, bahwa pasar swasta berlandaskan ekonomi tidak mampu mengatasinya.

Kami sangat percaya bahwa pengelolaan sampah/bahan di Bali membutuhkan komunitas yang kuat untuk mendorong dan mengupayakan penyelesaian masalah ini. Kami ingin mengundang Anda untuk bergabung bersama kami dalam membantu memecahkan tantangan ini bersama-sama.

Kami membutuhkan bantuan anda

Donasi dan dukung kami untuk membuktikan kesuksesan model pengelolaan sampah dan bahan untuk Bali kita tercinta.

Donasi

Bagaimana MPH menangani masalah kompleks ini:

Skala desa-desa percontohan Pererenan, merupakan desa pertama di Bali yang kami kembangkan sebagai kerangka awal untuk menunjukkan ke desa-desa lainnya di bali bagaimana kita melakukan hal ini:

 

Strategi Pemilahan Sampah
Dengan alat pendukung yang tepat, manual pengelolaan sampah yang akan diaplikasikan di dalam rumah tangga (KK) maka akan lebih mudah untuk limbah/sampah menjadi kompos, di daur ulang maupun dijual kembali, yang mana mengembalikan nilai dari limbah/sampah tersebut.

Solusi praktis, learning by doing
Kita bisa menyelesaikan masalah-masalah pengelolaan sampah, bekerjasama dengan kelompok kerja lokal (KSM). Upaya dan kerjasama bersama masyarakat adalah solusi untuk masa depan yang lebih baik.

Membuat rancangan dan tata cara untuk pengelolaan limbah/ sampah
Membangun infrastruktur yang memadai serta prosedur yang sesuai untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah adalah kunci untuk efisiensi pengelolaan sampah untuk tingkat desa.

Bali telah dihancurkan oleh sampah setiap hari.

Apakah anda tidak sedih melihat keindahan pasir putih di Bali dan pemandangan alam tropis yang subur menjadi rusak dan penuh dengan sampah setiap harinya?

Dukung Bali dan bergabung dengan MPH & komunitas lokal untuk membangun infrastruktur. Dengan kode warna sederhana yang digunakan untuk strategi pemilahan sampah (merah, Putih, Hijau) dan infrastruktur yang didukung oleh komunitas akan tercipta jika setiap orang mau ikut didalamnya. Kita dapat terus membuat fasilitas daur ulang dan pengkomposan di setiap desa di bali. Model ini dapat diikuti oleh para wisatawan dan desa mendapatkan hak untuk memiliki semua bahan yang ada di desa mereka.

Bergabung dan dukung kesuksesan program ini bersama sama.

Masalah

  • Di Bali tidak banyak ditemukan fasilitas pengelolaan limbah/sampah dan daur ulang yang memadai.
  • Limbah/sampah banyak berakhir di selokan dan pantai, dimanahal ini merusak lingkungan.
  • Limbah/sampah tidak pernah dipilah, 70% dari limbah/sampah yang memenuhi TPA merupakan limbah lastic.
  • Pemerintah tidak menjadikan masalah limbah/sampah sebagai prioritas sehingga menjadi kompleks dan dengankinerja penanganan yang lambat.
  • Dengan semakin banyaknya populasi dan pemakaian lastic, masalah limbah/sampah ini semakin memburuk.

Solusi dari MPH

  • Pengelolaan limbah/sampah yang dimiliki oleh komunitas lokal yang berbiaya rendah, teknologi yang mudah dan resiko yang kecil
  • Strategi pemilahan sampah ini dilakukan dari tiap rumah tangga dan penjemputan sampahnya dilakukan secara lokal.
  • Menjual limbah/sampah yang bisa didaur ulang, dimana semua keuntungannya untuk masyarakat desa.
  • Pemrosesan kompos yang akan menghasilkan kompos berkualitas dan digunakan untuk pemupukan di sawah.
  • Program ini akan selalu dikelola dan diawasi dengan memberikan pengajaran ke masyarakat, anak-anak sekolah dan juga komunitas yang ada di desa.

Donate

Donate