Proyek Pererenan Green Village

Desa Pererenan yang berada di kecamatan Mengwi, dengan sekitar 1000 KK terpilih menjadi proyek pertama MPH.

Proyek Pererenan

Desa Pererenan yang berada di kecamatan Mengwi, dengan sekitar 1000 KK terpilih menjadi proyek pertama MPH.

Tujuan

  • Tujuan kami setelah satu tahun adalah untuk membuat fasilitas yang berkelanjutan dan mandiri dan setidaknya setengah KK yang ada di desa bergabung di dalamnya.
  • Dengan keberhasilan itu, Desa Pererenan menyumbangkan 4 Are (400 meter persegi) sebidang tanah dengan bangunan dan ruang yang cukup untuk kompos, serta kendaraan koleksi.
  • Membuat kerangka kerja, model kerja yang dapat direplikasi di detiap desa di Bali bahkan Indonesia.

Apa yang kami lakukan
Pada proyek pertama kami, tim MPH memberdayakan Desa pererenan dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk fasilitas daur ulang dan pemilahan sampah. Desa telah menyumbangkan tanah seluas 4 are (400m2) dan juga kendaraan pengangkut sampah, Yayasan Role juga mendonasikan mesin penggiling yang membantu pengolahan kompos.

Kami menggalang dana untuk 12 bulan operasional. Kami memerlukan dukungan anda untuk membuktikan bahwa konsep kami berjalan dan membuktikan ke desa lokal dan BLH,PU dan Pemerintah DKB bahwa model kami lebih efektif dan efisien dibanding sistem TPA yang sudah ada.

Tim kami yang berasal dari relawan lokal telah membangun bank sampah dan kami mengembangkan pengangkutan dengan sistem pemilahan sampah. Kami bekerja dengan sebuah sistem akunting yang dikelola oleh desa (buku besar) untuk semua material yang kami dapatkan dan kami telah siap untuk membuktikan bahwa fasilitas ini dapat menghasilkan keuntungan bagi banjar dan desa perenan.

Dengan memisahkan sampah yang ada di desa, sehingga tingkat daur ulang meningkat dan biaya kebersihan bisa ditekan dan desa pererenan bisa mengontrol nilai dari bahan yang ada.

Tantangan saat ini

Seperti Desa di Bali pada umumnya, beberapa bahan yang bernilai jual di daur ulang tetapi kebanyakan sampah ini di angkut oleh pihak ketiga dengan truk. Pada kenyataannya operator ini lebih sering membuang sampah ke hutan bakau atau sungai untuk menghindari biaya tambahan.

Apa yang kami terima sejauh ini.
Kami memulai sebanyak 60 KK dan ada 6 banjar di desa pererenan. Kami akan terus meninggkatkan jumlah KK yang bergabung.

  • Pada pertengahan 2016 MPH telah mendapatkan pendanaan mandiri untuk digunakan 4 bulan setelah itu yang mana menjadi bukti dari langkah awal pengkonsepan proyek ini dan menjadi kunci untuk mendapatkan kepercayaan dari desa Pererenan.
  • Renovasi telah rampung dan bangunan yang telah didonasikan kini telah siap beroperasi, Dimulai dengan 10 KK pada November 2016 dan selanjutnya akan bertambah.

MPH saat ini mengadakan penggalian dana yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan selama satu tahun, yang mana di tahun berikutnya program ini akan bisa berjalan secara mandiri.

Bagaimana MPH menangani masalah kompleks ini:

Skala desa-desa percontohan Pererenan, merupakan desa pertama di Bali yang kami kembangkan sebagai kerangka awal untuk menunjukkan ke desa-desa lainnya di bali bagaimana kita melakukan hal ini :

Strategi Pemilahan Sampah
Dengan alat pendukung yang tepat, manual pengelolaan sampah yang akan diaplikasikan di dalam rumah tangga (KK) maka akan lebih mudah untuk limbah/sampah menjadi kompos, di daur ulang maupun dijual kembali, yang mana mengembalikan nilai dari limbah/sampah tersebut.

Solusi praktis; Learning by Doing
Kita bisa menyelesaikan masalah-masalah pengelolaan sampah, bekerjasama dengan kelompok kerja lokal (KSM). Upaya dan kerjasama bersama masyarakat adalah solusi untuk masa depan yang lebih baik.

Membuat rancangan dan tata cara untuk pengelolaan limbah/ sampah
Membangun infrastruktur yang memadai serta prosedur yang sesuai untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah adalah kunci untuk efisiensi pengelolaan sampah untuk tingkat desa.

Lokasi Proyek Pererenan Green Village:

Pererenan Green Village Project

Pererenan Green Village Project