Masalah

  • Di Bali tidak banyak ditemukan fasilitas pengelolaan limbah/sampah dan daur ulang yang memadai.
  • Limbah/sampah banyak berakhir di selokan dan pantai, dimana hal ini merusak lingkungan.
  • Limbah/sampah tidak pernah dipilah, 70% dari limbah/sampah yang memenuhi TPA merupakan limbah organik.
  • Pemerintah tidak menjadikan masalah limbah/sampah sebagai prioritas sehingga menjadi kompleks dan dengan kinerja penanganan yang lambat.
  • Dengan semakin banyaknya populasi dan pemakaian plastik, masalah limbah/sampah ini semakin memburuk.

Solusi dari MPH

  • Pengelolaan limbah/sampah yang dimiliki oleh komunitas lokal yang berbiaya rendah, teknologi yang mudah dan resiko yang kecil
  • Strategi pemilahan sampah ini dilakukan dari tiap rumah tangga dan penjemputan sampahnya dilakukan secara lokal.
  • Menjual limbah/sampah yang bisa didaur ulang, dimana semua keuntungannya untuk masyarakat desa.
  • Pemrosesan kompos yang akan menghasilkan kompos terbaik dan digunakan untuk pemupukan di sawah.
  • Program ini akan selalu dikelola dan diawasi dengan memberikan pengajaran ke masyarakat, anak-anak sekolah dan juga komunitas yang ada di desa.

Strategi Pemilahan Sampah

Dengan alat pendukung yang tepat, manual pengelolaan sampah yang akan diaplikasikan di dalam rumah tangga (KK)  maka akan lebih mudah untuk limbah/sampah menjadi kompos, di daur ulang maupun dijual kembali, yang mana mengembalikan nilai dari limbah/sampah tersebut.

Solusi praktis; Learning by Doing

Kita bisa menyelesaikan masalah-masalah pengelolaan sampah, bekerjasama dengan kelompok kerja lokal (KSM). Upaya dan kerjasama bersama masyarakat adalah solusi untuk masa depan yang lebih baik.

Membuat rancangan dan tata cara untuk pengelolaan limbah/ sampah

Membangun infrastruktur yang memadai serta prosedur yang sesuai untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah adalah kunci untuk efisiensi pengelolaan sampah untuk tingkat desa.